oleh

Budaya dalam Perspektif Islam

Oleh: Bela Safitri dan Nisa Nurrohmah

___________________________

Dibeberapa masyarakat, masih ada praktik budaya leluhur yang dapat dianggap melanggar syariat Islam. Contohnya termasuk praktek-praktek kepercayaan, ritual keagamaan, atau tradisi adat yang tidak selaras dengan ajaran Islam. Agama dan kepercayaan saling terikat dalam kehidupan manusia (Miharja 2014). Budaya yang dipengaruhi oleh agama muncul dari interaksi manusia dengan ajaran yang diyakini sebagai hasil dari kreativitas penganut agama, yang kemudian disesuaikan dengan konteks kehidupan, seperti faktor geografis, budaya, dan kondisi objektif lainnya (Yuli Darwati 2018).

Budaya dan agama pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengembangkan manusia menjadi lebih beradab, berperikemanusiaan, dan meneguhkan identitasnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (Septian Fiktor Riyantoro and Kurnia Ari Setiawan 2022).  Pandangan budaya dalam Islam, menurut Ali Ahmad Madkur didasarkan pada prinsip dasar bahwa Allah Yang Mahaesa dan Mahatinggi yang menjadi landasan kebudayaan (Rofiani, Ahmad, and Suhartini 2021). Seringkali, terdapat ketidakselarasan antara budaya tradisional yang dianut oleh sebagian masyarakat Islam dengan ajaran syariat Islam (Setiyawan 2012).

Hal di atas menimbulkan kontroversi karena ada beberapa aspek budaya yang bisa mengandung unsur kemusyrikan, sehingga bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Ini sering kali terjadi ketika budaya leluhur dipegang teguh dan dijadikan landasan dalam kehidupan sehari-hari (Daud Yahya et al. 2022). Aspek budaya yang dapat menimbulkan kemusyrikan dalam konteks Islam  yang bertentangan dengan ajaran tauhid. Misalnya, penyembahan terhadap entitas selain Allah, atau adat-istiadat yang dianggap sebagai bentuk syirik (penyekutuan) dengan Allah.

Pendidikan sebagai Aset Membangun Kebudayaan Islam yang Egaliter

Pendidikan berbasis kebudayaan, karifan lokal, kekeluargaan, kenuarian menjadi penguatan dalam strategi melahirkan generasi yang mencintai dan mengamalkan nilai perdamaian dalam kehidupan (Ilmi 2021). Agama islam mengajarkan manusia untuk membentuk budaya yang sesuai dengan ketentuan syariat. Meskipun memiliki kebebasan dalam menciptakan kebudayaan, harus tetap sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan keesaan Tuhan (Dali 2016). Maka hal ini menjadi tantangan bagi masyarakat Islam untuk menyelaraskan tradisi budaya dengan prinsip-prinsip agama agar budaya yang diwarisi dapat menjadi sesuai dengan ajaran Islam tanpa mengandung unsur kemusyrikan (Laode Monto Bauto 2014).

Pendidikan dari awal merupakan tanggungjawab orang tua. Statement ini bersumber dari hadist Nabi bahwa, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. (Ubaidillah and Ilmi 2021).

________________________________

REFERENSI

Ai Teti Wahyuni, Irpan Ilmi, Dasep Supriatna Ubaidillah, Lia Hanafiah, Selly Setiawati, Muhammad Anjar Yana, Muhamad Luthfi Aditiya Hidayat. 2023.”Pemberdayaan Rumah Literasi dalam Upaya Meningkatkan Semangat Belajar Siswa Di Era Revolusi Industri 5.0 Di Desa Jayasari“ Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara (JMMN) 2(1):73-79

Dali, Zulkarnain. 2016. “Hubungan Antara Manusia, Masyarakat Dan Budaya Dalam Perspektif Islam.” Nuansa 9(1):47–56.

Daud Yahya, M., Aeni Zazimatul Faizah, Isnaini Soliqah, and Uin Antasari. 2022. “Akulturasi Budaya Pada Tradisi Wetonan Dalam Perspektif Islam.” Jurnal Studi Islam Interdisipliner 1(1):55–67.

Dede Nurul Qomariah, Asep Saepurrohman, Fina Rahmat Rahayu, Indah Permata Sholihah, Irpan Ilmi, Jijan Nurjaman, Komaludin. 2023. “Penguatan dan Perlindungan Keluarga Melalui Kegiatan Sarasehan Bagi Kader TP PKK di Desa Karangkamiri”. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) 2(1):356-363

Irpan Ilmi. 2021. “Ekonomi Hijau Sebagai Strategi SMK Bakti Karya Parigi Menghadapi Krisis Keuangan Pada Masa Pandemi Covid-19”. Munaddomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 2(1):9-15

Irpan Ilmi. 2021 “Strategi Pembelajaran Pesantren Ekologi Hidayatul Irpan dalam Melahirkan Peace Worker” YUME: Jurnal of Management 4(3):56-70

Irpan Ilmi, Dasep S. Ubaidillah. 2021. “STRATEGI KEPALA KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PANGANDARAN DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM DARURAT DINIYAH TAKMILIYAH DI PANGANDARAN PADA MASA COVID-19” ACIEM:Annual Conference On Islamic Education Management

Irpan Ilmi, Gugun Taupiq Hidayat, Dedih Hidayatulloh, Gian Laras Asmarandani, Imas Mashofah. 2023. “Upaya Penigkatan Produksi dan Digitalisasi Pemasaran UMKM di Desa Cimanggu” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3(2):52-59

Irpan Ilmi, Neneng Nurmalasari, Andi Abdul Hanafi, Shabilla Aulia Kurni dan Alfi Salma Fauziyah. 2023. “Strengthening Geber Pangaji Volunteers Efforts to Improve the Quality of Al-Quran Learning in Batukaras Village”. Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP) 2(3):143-154

Laode Monto Bauto. 2014. “Perspektif Agama Dan Kebudayaan Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia (Suatu Tinjauan Sosiologi Agama).” Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 23(2):11–25.

Miharja, Deni. 2014. “Dengan Kebudayaan Asli Indonesia”. Miqot.XXXVIII(1):189-214

Rofiani, R., Nurwadjah Ahmad, and Andewi Suhartini. 2021. “KONSEP BUDAYA DALAM PANDANGAN ISLAM SEBAGAI SISTEM NILAI BUDAYA GLOBAL (Analisis Terhadap Terhadap Pemikiran Ali Ahmad Madkur).” At-Tajdid : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam 5(01):62. doi: 10.24127/att.v5i01.1556.

Septian Fiktor Riyantoro, and Kurnia Ari Setiawan. 2022. “Relasi Kontekstualisasi Agama Dan

Budaya Lokal Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora 9(6):3280–92.

Setiyawan, Agung. 2012. “Budaya Lokal Dalam Perspektif Agama: Legitimasi Hukum Adat (‘Urf) Dalam Islam.” ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 13(2):203–22. doi:

10.14421/esensia.v13i2.738.

Yuli Darwati, Mohammad Arif Dan. 2018. “Inter Aksi Agama Dan Budaya.” Empirisma 27(1):55–64. doi: 10.30762/empirisma.v27i1.1443.

 

Komentar