oleh

Ketua STAINU Beri “Warning” Dosen Dan Mahasiswa

REKAM– Himpunan Mahasiswa (Hima) Hukum Keluarga Islam (HKI) STAINU Tasikmalaya menggelar Seminar Hukum berkaitan dengan Pro Kontra Permendikbud No. 30 tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.

Hadir dalam acara tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya diantaranya, Encu Darsiwa, S.Kep., NS. MM. Kes (Sekretaris Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya), Andi Ibnu Hadi, SH., MH (Ketua Peradi Tasikmalaya dan Agus Wahyudin, SH., MH (Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya).

Ketua Hima HKI, Fahmi Jabar Paturahman menjelaskan, sesuai petunjuk dari Ketua STAINU menyebutkan, setelah kegiatan seminar harus ada tindak lanjut.

Dia menerangkan, bentuk tindak lanjutnya adalah dengan dibentuknya aturan-aturan yang nantinya akan berlaku di kampus. Setidaknya bisa mencegah terhadap kekerasan seksual di perguruan tinggi.

“Nanti kita sosialisasikan bagaimana bahayanya jika terjadi kekerasan seksual. Karena itu sangat merugikan terhadap korban dan sudah seharusnya harus bisa menjaga harga diri”ujarnya di sela acara, Rabu (23/02/2022).

Sementara, Ketua STAINU Tasikmalaya, Dr. Pepep Puad Muslim,. M.Si mengatakan, setelah digelar acara seminar tersebut diharapkan akan bermunculan seminar-seminar berikutnya dari Hima yang lain sesuai dengan program studinya.

“Dan yang paling penting dan saya harapkan adalah realisasi aturan yang bisa mencegah kekerasan seksual yang dimaksud”tuturnya.

Dalam hal ini, Pepep menegaskan, aturan tersebut merupakan suatu Warning (peringatan) terutama bagi mahasiswa/i dan para dosen.

Semua itu, kata dia, bertujuan untuk memberikan rasa aman antara mahasiswa dengan dosen. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dalam bimbingan skripsi atau yang lain jangan pernah berduaan, sudah itu saja cukup. Sekali lagi saya katakan jangan berduaan”tegas dia.

Untuk menjaga nama baik almamater kampus, dirinya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas terhadap mahasiswa atau dosen yang melanggar aturan.

“Seandainya jika hal yang tidak diinginkan itu terjadi, tidak ada toleransi apapun langsung Out saja. Termasuk untuk diri saya sendiri”tandasnya.

Komentar